Archive for September, 2006

BELI BUKU…

Posted in Uncategorized on 29 September 2006 by munawir

Khairun Jaliisin Fizzamaani Kitaabun… itu adalah kalimat mahfudzat yang diajarkan Ustaz Ikhwan sewaktu saya masih duduk di bangku kelas 1 SMP… sampai sekarang masih ingat karena maknanya itu lho…. “Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku”
Alhamdulillah… tadi siang ba’da Jum’at.. saya menyisihkan sebagian rezeki dari Allah tuk membeli beberapa buku lagi di depan masjid BPPT, those are:

1. Misteri Shalat Subuh
Karya Dr. Raghib As-Sirjani
Buku nih katanya jadi Best Seller dan terjual lebih dari 125 ribu eksemplar… ditulis oleh seorang dosen kehormatan di fakultas kedokteran Universitas Kairo… buku ini diterbitkan oleh AQWAM dan harganya insya Allah ga mahal… Rp. 18.000,- saja

2. Di Atas Sajadah Cinta
Karya Habiburrahman El Shirazy
Yang nulis nih buku kan penulis Novel Best Seller “Ayat-Ayat Cinta” itu kan..?? pasti buku ini bagus juga… yang jelas isinya tuh kisah-kisah teladan gitu… harganya sesuailah dengan ketebalan bukunya… Rp. 37.000,- .. diterbitkan oleh Penerbit REPUBLIKA

3. Kumpulan Shalat Sunnah dan Keutamaannya
Karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qathani
Buku Yang tebalnya 182 halaman ini diterbitkan Darul Haq… harganya Rp. 20.000,- lumayan murahlah dibandingkan dengan banyaknya faedah yang bisa didapatkan dari buku ini.. semoga setelah membaca buku ini… saya semakin rajin sholat sunnah…

4. Al-Ma’tsurat Sughra
Karya Imam Syahid Hasan Al-Banna
udah lama punya sih… kali ini beli lagi tuk diberikan pada seseorang… harganya murah Rp.4.000,- dan isinya tuh Dzikir dan Doa untuk dibaca di pagi dan petang hari sesuai yang diteladankan oleh Rasulullah SAW…

5. Juz Amma dan Terjemah
Walau ukurannya kecil… namun lumayan ekslusif karena bersampul kulit… harganya juga cuma Rp. 5.000,- lumayanlah untuk ngulang hafalan Juz Amma.. (hare geeenee belum hapal Juz Amma..)

Photobucket - Video and Image Hosting
Mudah-mudahan bisa dibaca semuanya deh… Amin..

Hmmm.. mudah-mudahan ada kesempatan tuk membaca semuanya… sebenarnya sih kesempatan banyak.. tapi ga tau nih.. malas banget baca buku… beberapa buku yang saya beli beberapa waktu lalu belum ada yang kelar saya baca… seperti Pentingnya Tazkiyatun Nafs, Karena Engkau Sudah Dewasa (dibelikan Abba), Selagi Masih Muda, Agar Iman Selalu Bertambah, Membangun Kemesraan dalam Rumah (Hadiah dari Kak Rini), dan lain-lain… Bahkan buku Manusia Bugis karya Pelras yang saya beli sebulan lalu… sama sekali belum disentuh… Males Banget yak…!!!

Doakan deh supaya kebiasaan buruk saya yaitu malas membaca bisa sirna (halllah… bahasanya itu loohh..) kayaknya musti berguru dulu nih sama sahabat saya yang librarian (Yuriko) biar bisa rajin membaca.. hihihihihi…

Yang mo pinjam buku-buku saya… boleh tuh.. daripada ga ada yang baca… :P

BELI BUKU…

Posted in Uncategorized on 29 September 2006 by munawir

Khairun Jaliisin Fizzamaani Kitaabun… itu adalah kalimat mahfudzat yang diajarkan Ustaz Ikhwan sewaktu saya masih duduk di bangku kelas 1 SMP… sampai sekarang masih ingat karena maknanya itu lho…. “Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku”
Alhamdulillah… tadi siang ba’da Jum’at.. saya menyisihkan sebagian rezeki dari Allah tuk membeli beberapa buku lagi di depan masjid BPPT, those are:

1. Misteri Shalat Subuh
Karya Dr. Raghib As-Sirjani
Buku nih katanya jadi Best Seller dan terjual lebih dari 125 ribu eksemplar… ditulis oleh seorang dosen kehormatan di fakultas kedokteran Universitas Kairo… buku ini diterbitkan oleh AQWAM dan harganya insya Allah ga mahal… Rp. 18.000,- saja

2. Di Atas Sajadah Cinta
Karya Habiburrahman El Shirazy
Yang nulis nih buku kan penulis Novel Best Seller “Ayat-Ayat Cinta” itu kan..?? pasti buku ini bagus juga… yang jelas isinya tuh kisah-kisah teladan gitu… harganya sesuailah dengan ketebalan bukunya… Rp. 37.000,- .. diterbitkan oleh Penerbit REPUBLIKA

3. Kumpulan Shalat Sunnah dan Keutamaannya
Karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qathani
Buku Yang tebalnya 182 halaman ini diterbitkan Darul Haq… harganya Rp. 20.000,- lumayan murahlah dibandingkan dengan banyaknya faedah yang bisa didapatkan dari buku ini.. semoga setelah membaca buku ini… saya semakin rajin sholat sunnah…

4. Al-Ma’tsurat Sughra
Karya Imam Syahid Hasan Al-Banna
udah lama punya sih… kali ini beli lagi tuk diberikan pada seseorang… harganya murah Rp.4.000,- dan isinya tuh Dzikir dan Doa untuk dibaca di pagi dan petang hari sesuai yang diteladankan oleh Rasulullah SAW…

5. Juz Amma dan Terjemah
Walau ukurannya kecil… namun lumayan ekslusif karena bersampul kulit… harganya juga cuma Rp. 5.000,- lumayanlah untuk ngulang hafalan Juz Amma.. (hare geeenee belum hapal Juz Amma..)

Photobucket - Video and Image Hosting
Mudah-mudahan bisa dibaca semuanya deh… Amin..

Hmmm.. mudah-mudahan ada kesempatan tuk membaca semuanya… sebenarnya sih kesempatan banyak.. tapi ga tau nih.. malas banget baca buku… beberapa buku yang saya beli beberapa waktu lalu belum ada yang kelar saya baca… seperti Pentingnya Tazkiyatun Nafs, Karena Engkau Sudah Dewasa (dibelikan Abba), Selagi Masih Muda, Agar Iman Selalu Bertambah, Membangun Kemesraan dalam Rumah (Hadiah dari Kak Rini), dan lain-lain… Bahkan buku Manusia Bugis karya Pelras yang saya beli sebulan lalu… sama sekali belum disentuh… Males Banget yak…!!!

Doakan deh supaya kebiasaan buruk saya yaitu malas membaca bisa sirna (halllah… bahasanya itu loohh..) kayaknya musti berguru dulu nih sama sahabat saya yang librarian (Yuriko) biar bisa rajin membaca.. hihihihihi…

Yang mo pinjam buku-buku saya… boleh tuh.. daripada ga ada yang baca… :P

CAPEEEE DEEH…

Posted in Uncategorized on 28 September 2006 by munawir
Oh Lord… mati lampu nih… terpaksa tadi dari Masjid di lantai 2 kudu naik tangga ke lantai 6… Capee deh… mana puasa lagi… fiuh… tapi GPP sih… harus sabar… harus ikhlas… bulan Ramadhan… lagian juga setiap langkah menuju dan dari masjid senantiasa dihitung sepuluh kebaikan dan menggugurkan sepuluh dosa… alhamdulillah… Thanks God… Engkau memang Maha Kaya lagi Maha Pemurah…

KHUSYUK DALAM SHOLAT

Posted in Uncategorized on 28 September 2006 by munawir

Shalat, kata Sa’id Hawwa, adalah sarana terbesar dalam tazkiyatun nafs (menyucikan jiwa). Pada waktu yang sama merupakan bukti dan ukuran dalam tazkiyah. Shalat adalah sarana dan sekaligus tujuan. Ia mempertajam makna ubudiyah, tauhid, dan syukur.

Shalat adalah zikir, gerakan berdiri, ruku, sujud, dan duduk. Penegakannya dapat memusnahkan bibit-bibit kesombongan dan pembangkangan kepada Allah, di samping merupakan pengakuan terhadap rubbubiyah dan hak pengaturan. Penegakannya secara sempurna juga akan dapat memusnahkan bibit-bibit ujub dan ghurur, bahkan semua bentuk kemungkaran dan kekejian. “Sesungguhnya shalat dapat mencegah kekejian dan kemungkaran.” (Al-Ankabut 29).

Shalat akan berfungsi sedemikian rupa apabila ditegakkan dengan semua rukun, syarat, dan sunahnya. Secara lahir, kita menunaikannya secara sempurna dengan anggota badan. Secara batin, kita khusyuk dalam melaksanakannya.

Khusyuk itulah yang menjadikan shalat punya peran yang lebih besar dalam thahhir (penyucian), peran yang lebih besar dalam tahaqquq dan takhalluq (merealisasikan nilai-nilai dan sifat-sifat yang mulia). Tazkiyatin nafs berkisar seputar hal ini.

Amalan shalat yang bersifat lahiriah, kita melihat, masih dilaksanakan dengan baik oleh orang Muslim yang hidup di lingkungan Islam. Tetapi, apakah kita khusyuk melaksanakannya, masih menjadi tanda tanya besar. Nabi saw. bersabda, “Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi adalah kekhusyukan.” (HR Thabrani). Padahal, khusyuk merupakan tanda pertama orang-orang beruntung (Al-Mu’minun 1-2). Orang-orang khusyuk adalah orang-orang yang berhak mendapat kabar gembira dari Allah SWT. (Al-Hajj:34-35).

Demikian pentingnya kedudukan khusyuk, hingga ketidakberadaannya berarti rusaknya hati dan keadaan. Baik dan rusaknya hati tergantung kepada ada dan tidaknya khusyuk ini. Sesungguhnya khusyuk merupakan manifestasi tertinggi dari sehatnya hati.

Jika khusyuk telah sirna berarti hati telah rusak. Bila khusyuk tidak ada berarti hati telah didominasi berbagai penyakit yang berbahaya dan keadaan yang buruk, seperti cinta dunia dan persaingan untuk mendapatkannya. Bila hati telah didominasi berbagai penyakit, maka kecenderungan kepada akhirat akan hilang. Bila hati telah sakit maka sumber-smber kebaikan bagi kaum Muslimin pun hilang. Cinta dunia menimbulkan persaingan untuk mendapatkannya, sedangkan persaingan terhadap dunia tidak layak menjadi landasan tegaknya urusan dunia dan agama.

Hilangnya khusyuk pertanda hilangnya kehidupan. Dia sulit menjadi penerima nasihat dan didominasi oleh hawa nafsu. Bayangkan, tatkala hawa nafsu mendominasi hati, segala nasihat dan peringatan tak lagi bermanfaat, maka berbagai syahwat pun merajalela. Dan terjadilah perebutan kedudukan, kekuasaan, harta, dan nafsu syahwat. Bila hal-hal ini mendominasi kehidupan, maka tidak akan terwujud kebaikan dunia maupun agama.

Khusyuk adalah ilmu sebagaimana ditegaskan hadis Nabi Saw. Ilmu ini tidak banyak yang mengetahuinya. Bila Anda telah menemukan orang khusyuk yang bisa mengantarkan Anda kepadanya. maka berpegang teguhlah kepadanya. Orang berilmu itulah tanda ulama akhirat.

Sesungguhnya ilmu khusyuk berkaitan dengan ilmu penyucian hati dari berbagai penyakit dan upaya merealisasikan kesehatan. Masalah ini merupakan tema yang amat luas sehingga para ulama akhirat memulainya dengan mengajarkan zikir dan hikmah kepada orang yang berjalan menuju Allah sampai hatinya hidup. Bila hati telah hidup berarti mereka telah membersihkan dari berbagai sifat yang tercela dan mengantarkannya kepada sifat-sifat terpuji. Di sinilah perlunya membiasakan hati khusyuk melalui kehadiran bersama Allah dan merenungkan berbagai nilai kehidupan.

Resep Al-Ghazali
Khusyuk dalam shalat merupakan ukuran dan tanda kekhusyukan hati. Bagaimana khusyuk dihadirkan? Al-Ghazali menawarkan resep berikut. Lahiriah perintah, kata Al-Ghazali, adalah wajib, sedangkan lalai adalah lawan ingat. Yang lalai dalam semua shalatnya, bagaimana mungkin dia bisa mendirikan shalat untuk mengingat-Nya?

Kehadiran hati adalah ruh shalat. Minimum saat mulai takbiratul ihram. Kurang dari ini adalah kebinasaan. Semakin bertambah kehadiran hati, semakin bertambah pula ruh tersebut ada dalam bagian-bagian shalat. Berapa banyak orang hidup tapi tidak punya daya gerak hingga seperti mayit. Demikian pula orang yang lalai dalam seluruh pelaksanan shalat kecuali pada waktu takbiratul ihram. Seperti orang hidup yang tidak punya daya gerak sama sekali.

Ketahuilah, kata Al-Ghazali, makna batin memiliki banyak ungkapan tetapi seluruhnya terangkum dalam enam kalimat. Yaitu: kehadiran hati, tafahhum, takzim, haibah, raja’da haya’. Kehadiran hati ialah mengosongkan hati dari hal-hal yang tidak perlu hingga dia senantiasa sadar, tidak berpikiran liar. Tafahhum adalah paham terhadap makna. Takzim itu rasa hormat. Haibah adalah rasa takut yang bersumber dari rasa hormat. Raja’ adalah pengharapan dan haya adalah rasa malu.

Faktor penyebab kehadiran hati adalah himmah atau perhatian utama. Tafahhum berasal dari kebiasan berpikir untuk mengetahui makna. Takzim lahir dari dua makrifat (terhadap kemuliaan dan keagungan Allah dan terhadap kehinaan dan kefanaan dirinya). Haibah datang dari makrifat akan kekuasaan Allah, hukuman-Nya, pengaruh kehendak-Nya. Penyebab timbulnya raja’ adalah kelembutan Allah, kedermawanan-Nya, keluasaan nikmat-Nya, keindahan ciptaan-Nya, dan pengetahuan akan kebenaran janji-Nya. Sedang haya’ muncul melalui perasaan serbakurang sempurna dalam beribadah dan pengetahuannya akan ketidakmampuan menunaikan hak-hak Allah.

Berdasarkan itu, manusia terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, orang lalai yang mendirikan shalat, tetapi hatinya tidak hadir sama sekali. Orang yang mendirikan shalat dengan hati tak pernah lalai sama sekali. Ketiga orang lalai yang tidak mendirikan shalat.

Yang terbaik adalah tipe kedua. Dia tidak pernah lalai dalam shalat dan selalu menghidupkan hatinya. Dia bisa sangat konsentrasi sehingga tidak merasakan apa yang tengah terjadi di sekelilingnya. Bahkan sebagian orang wajahnya pucat dan dadanya berguncang karena takut. Ini tak mustahil dicapai manusia. Apalagi banyak orang mengalami hal serupa karena takut pada raja dunia.

Jika kita termasuk orang yang menginginkan akhirat, hendaknya tidak melalaikan berbagai peringatan yang terdapat dalam syarat-syarat dan rukun-rukun shalat. Syarat-syarat yang mendahului shalat adalah azan, bersuci, menutup aurat, menghadap kiblat, berdiri tegak lurus dan niat.

Ketika mendengar seruan muazin hadirkanlah dalam hati gambaran dahsyatnya seruan hari kiamat dan bersegeralah dengan lahir dan batin untuk segera memenuhinya. Orang-orang yang bersegera memenuhi seruan ini adalah orang-orang yang dipangil dengan penuh lemah lembut pada hari ‘pergelaran akbar’. Arahkan hati kepada seruan ini. ”Jika kita bisa mendapatinya dengan penuh kegembiraan, kesenangan, selalu berkeinginan untuk memulainya, maka ketahuilah rasa khusyuk akan datang kepadamu,” kata Said Hawwa dalam buku Tazkiyatun Nafs. (Menyucikan Jiwa).

dikutip dari Harian Republika Edisi 7 Maret 2003

CAPEEEE DEEH…

Posted in Uncategorized on 28 September 2006 by munawir
Oh Lord… mati lampu nih… terpaksa tadi dari Masjid di lantai 2 kudu naik tangga ke lantai 6… Capee deh… mana puasa lagi… fiuh… tapi GPP sih… harus sabar… harus ikhlas… bulan Ramadhan… lagian juga setiap langkah menuju dan dari masjid senantiasa dihitung sepuluh kebaikan dan menggugurkan sepuluh dosa… alhamdulillah… Thanks God… Engkau memang Maha Kaya lagi Maha Pemurah…

PUASA PERTAMA…

Posted in Uncategorized on 25 September 2006 by munawir

Semalam mama dan kak Lia SMS.. isinya ga jauh beda… menanyakan suasana puasa hari pertama… sahurnya gimana… buka puasanya dimana…??? pertanyaan mereka wajar aja sih sebagai seorang mama pada anaknya dan seorang kakak pada adeknya… tapi bagi saya SMS itu bermakna banget… bagaikan oase di padang pasir (halllahh…) setidaknya SMS mereka bisa melipur lara di hati… Yupz… ini adalah puasa pertama yang kujalani sendiri tanpa ditemani keluarga… hiks sedihnya…
Biasanya sahur tuh ga pernah sendiri… namun tahun ini benar-benar sendiri… karena ga masak sendiri… so pelariannya ke warteg nih… untungnya warteg dekat kosan teteup buka di waktu sahur… Setidaknya buka puasa pertama ga sedih-sedih amat… karena ada Aziz dan istrinya yang nemenin (tepatnya saya yang numpang iftor di tempat Aziz)… kalo gini… saya jadi iri sama Aziz… karena sahabatku itu sudah ada yang ngurusin… Whoaaaaa… mama… pengen istri juga nih ma…!!!!!
Mudah-mudahan ini Ramadhan terakhir yang saya lalui dengan kesendirian… Ramadhan tahun depan harus udah ada yang nemenin…!!! Trus… mudah-mudahan juga Ramadhan tahun ini saya bisa optimal ibadah… jangan seperti tahun lalu deh… bener2 kacau…!!! Amin…!!!

PUASA PERTAMA…

Posted in Uncategorized on 25 September 2006 by munawir

Semalam mama dan kak Lia SMS.. isinya ga jauh beda… menanyakan suasana puasa hari pertama… sahurnya gimana… buka puasanya dimana…??? pertanyaan mereka wajar aja sih sebagai seorang mama pada anaknya dan seorang kakak pada adeknya… tapi bagi saya SMS itu bermakna banget… bagaikan oase di padang pasir (halllahh…) setidaknya SMS mereka bisa melipur lara di hati… Yupz… ini adalah puasa pertama yang kujalani sendiri tanpa ditemani keluarga… hiks sedihnya…
Biasanya sahur tuh ga pernah sendiri… namun tahun ini benar-benar sendiri… karena ga masak sendiri… so pelariannya ke warteg nih… untungnya warteg dekat kosan teteup buka di waktu sahur… Setidaknya buka puasa pertama ga sedih-sedih amat… karena ada Aziz dan istrinya yang nemenin (tepatnya saya yang numpang iftor di tempat Aziz)… kalo gini… saya jadi iri sama Aziz… karena sahabatku itu sudah ada yang ngurusin… Whoaaaaa… mama… pengen istri juga nih ma…!!!!!
Mudah-mudahan ini Ramadhan terakhir yang saya lalui dengan kesendirian… Ramadhan tahun depan harus udah ada yang nemenin…!!! Trus… mudah-mudahan juga Ramadhan tahun ini saya bisa optimal ibadah… jangan seperti tahun lalu deh… bener2 kacau…!!! Amin…!!!

SURAT BUAT SAHABATKU

Posted in Uncategorized on 24 September 2006 by munawir

Sahabat… banyak dinamika yang kita telah lalui… surat ini sebenarnya terlalu singkat untuk menceritakan itu semua…
Sahabat… saya akan memulai surat ini dengan mengutip tulisan Dr. Aidh Al-Qarni dalam bukunya “Fityatun Amanuu Birabbihim”…

“Nyanyian Gombal dan Murahan – Meskipun orang-orang menganggap remeh permasalahan ini, sesungguhnya nyanyian-nyanyian yang menimbulkan cinta buta, kegilaan, kerinduan dan kegombalan akan meruntuhkan nilai-nilai Islam. Para penyanyi (baik lelaki maupun perempuan) mengatakan bahwasanya mereka adalah pakar seni, pakar cinta, dan pakar kecantikan! Sama sekali tidak… kitalah pakar seni, pakar cinta dan pakar kecantikan yang sesungguhnya. Cinta mereka itu bukanlah cinta, seni mereka juga bukanlah seni, dan kecantikan mereka bukan kecantikan. ini adalah perkataan yang telah dipaparkan seorang ulama besar, Abu Al-Hasan An Nadawi, dan para ulama lainnya”…

Sahabat… maaf ya.. saya mengutip tulisan di atas untuk memperkuat sikapku yang tidak senang dengan musik dan nyanyian… dua hal yang masih menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupmu… saya tahu… pada dasarnya kamu punya kecerdasan musik tingkat tinggi (yang orang lain jarang miliki itu)… saya pun mafhum kalo itu semua mungkin bawaan dari lingkunganmu sejak kecil… namun sahabat… sebagai seorang yang aktif di dunia dakwah… bukankah kita harus berislam secara kaffah..??? mungkin kita sudah sering berselisih paham tentang ini wahai sahabatku… mungkin kamu akan marah lagi ketika saya mengungkit-ngungkit ini lagi…. tetapi sahabat…. saya tidak akan pernah berhenti memberitahumu akan hal ini… karena saya yakin kamu pun paham tentang hal ini… cuman kamu enggan tuk mencoba meninggalkannya… betul kan dugaanku wahai sahabatku yang sholehah…???

Sahabatku yang baik… kamu jangan marah yah..!!! sentilan di atas adalah bentuk ukhuwah dan marhamah dariku untukmu… mungkin kamu jengkel dengan sikapku yang sok ngatur dan sok menggurui… tapi semua itu karena kepedulianku terhadapmu… sesama insan yang berjuang di jalan yang sama dan untuk tujuan yang sama… saya sering bertanya dalam hati wahai sahabat.. apakah saudara-saudara kita yang di dekatmu tidak pernah menyampaikan hal ini kepadamu… jangan-jangan mereka juga seperti kamu…

Sahabat… kamu tidak perlu marah… saya tidak akan protes lebih jauh lagi… saya tidak ada pilihan lain selain belajar untuk lebih memahami karakter-karaktermu… toh saya juga sadar… diriku pun banyak kekhilafan seperti yang pernah kamu sebutkan satu-persatu (termasuk masalah hijab)… kamu benar sahabatku… kekhilafanku bahkan lebih banyak dan lebih memalukan… namun itu bukan alasan bagiku untuk berhenti tawasau bilhaq kepadamu… karena saling mengingatkan itu adalah sebuah keniscayaan bagi kita ummat Muhammad…

Sahabat… sebenarnya sentilanku diatas tidak ada apa-apanya dibanding kekagumanku akan anggunya kepribadianmu… pribadi yang senantiasa eksis di jalan dakwah… senantiasa istiqomah… pribadi yang punya segudang aktifitas dakwah… saya sebenarnya iri padamu sahabat… karena diri ini sering futur… tidak konsisten dan sering lepas dari jama’ah… ternyata diriku tidak lebih baik darimu sahabat…

Saya pun semakin iri padamu… tahukah engkau KENAPA wahai sahabatku…??? karena ternyata kamu expert dalam banyak hal… kamu penulis yang handal… dengar-dengar kamu pernah menulis Novel dalam Bahasa Inggris… Subhanallah… tidak banyak orang yang bisa seperti itu… kamu pasti punya imajinasi yang luas dan bebas… sayangnya novelmu hanya terbit untuk kalangan terbatas… padahal saya yakin wahai sahabat… novelmu jauh lebih bagus daripada novel-novel yang jadi bestseller… karena saya tahu… kamu sahabatku yang cerdas… saya ada pertanyaan buatmu sahabatku…. akankah dinamika persahabatan kita menjadi salah satu cerita novelmu kelak…???

Sahabatku… saya sebenarnya ingin banyak belajar darimu… belajar tentang apa saja… karena saya tahu kalau kamu sahabatku yang serba bisa… Maukah kamu meluangkan sedikit waktumu untuk mengajariku banyak hal..??? menemaniku bercakap bahasa inggris, mengajarku menulis, mengajarku massage refleksi (hihihihi)… bahkan mengajarku tentang teori-teori disiplin ilmu yang pernah kugeluti bertahun-tahun namun sampai sekarang belum kumengerti… seandainya bisa… maukah engkau menjadi murobbiku…???

Sahabat… saya Sering membayangkan…. betapa beruntungnya pasangan hidupmu kelak… hidupnya pasti indah karena dihiasi dengan kehadiranmu… sahabat… masihkah engkau terobsesi untuk mendapatkan pasangan dari luar negeri..?? maafkan aku sahabat karena sering mencampuri urusan domestikmu yang satu ini… lagi-lagi bukan niat intervensi… hanya memastikan kamu mendapatkan yang terbaik… bukan sekedar memenuhi obsesimu…!!!

Sahabat… sudah pukul 2.30 AM… waktunya QL dan siap-siap sahur… pasti kamu belum puas membaca suratku ini… saya janji akan menulis surat lagi untukmu wahai sahabatku… Surat yang tidak hanya penuh dengan kekaguman dan takjub akan pribadimu… namun juga sarat usaha untuk selalu tawasau bilhaq kepadamu… karena… engkau adalah sahabatku…. Yang Terbaik…!!!!


Note : Capeeee Deeeehhh…. ini appe sihh..?? gw juga ga ngerti…

SURAT BUAT SAHABATKU

Posted in Uncategorized on 24 September 2006 by munawir

Sahabat… banyak dinamika yang kita telah lalui… surat ini sebenarnya terlalu singkat untuk menceritakan itu semua…
Sahabat… saya akan memulai surat ini dengan mengutip tulisan Dr. Aidh Al-Qarni dalam bukunya “Fityatun Amanuu Birabbihim”…

“Nyanyian Gombal dan Murahan – Meskipun orang-orang menganggap remeh permasalahan ini, sesungguhnya nyanyian-nyanyian yang menimbulkan cinta buta, kegilaan, kerinduan dan kegombalan akan meruntuhkan nilai-nilai Islam. Para penyanyi (baik lelaki maupun perempuan) mengatakan bahwasanya mereka adalah pakar seni, pakar cinta, dan pakar kecantikan! Sama sekali tidak… kitalah pakar seni, pakar cinta dan pakar kecantikan yang sesungguhnya. Cinta mereka itu bukanlah cinta, seni mereka juga bukanlah seni, dan kecantikan mereka bukan kecantikan. ini adalah perkataan yang telah dipaparkan seorang ulama besar, Abu Al-Hasan An Nadawi, dan para ulama lainnya”…

Sahabat… maaf ya.. saya mengutip tulisan di atas untuk memperkuat sikapku yang tidak senang dengan musik dan nyanyian… dua hal yang masih menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupmu… saya tahu… pada dasarnya kamu punya kecerdasan musik tingkat tinggi (yang orang lain jarang miliki itu)… saya pun mafhum kalo itu semua mungkin bawaan dari lingkunganmu sejak kecil… namun sahabat… sebagai seorang yang aktif di dunia dakwah… bukankah kita harus berislam secara kaffah..??? mungkin kita sudah sering berselisih paham tentang ini wahai sahabatku… mungkin kamu akan marah lagi ketika saya mengungkit-ngungkit ini lagi…. tetapi sahabat…. saya tidak akan pernah berhenti memberitahumu akan hal ini… karena saya yakin kamu pun paham tentang hal ini… cuman kamu enggan tuk mencoba meninggalkannya… betul kan dugaanku wahai sahabatku yang sholehah…???

Sahabatku yang baik… kamu jangan marah yah..!!! sentilan di atas adalah bentuk ukhuwah dan marhamah dariku untukmu… mungkin kamu jengkel dengan sikapku yang sok ngatur dan sok menggurui… tapi semua itu karena kepedulianku terhadapmu… sesama insan yang berjuang di jalan yang sama dan untuk tujuan yang sama… saya sering bertanya dalam hati wahai sahabat.. apakah saudara-saudara kita yang di dekatmu tidak pernah menyampaikan hal ini kepadamu… jangan-jangan mereka juga seperti kamu…

Sahabat… kamu tidak perlu marah… saya tidak akan protes lebih jauh lagi… saya tidak ada pilihan lain selain belajar untuk lebih memahami karakter-karaktermu… toh saya juga sadar… diriku pun banyak kekhilafan seperti yang pernah kamu sebutkan satu-persatu (termasuk masalah hijab)… kamu benar sahabatku… kekhilafanku bahkan lebih banyak dan lebih memalukan… namun itu bukan alasan bagiku untuk berhenti tawasau bilhaq kepadamu… karena saling mengingatkan itu adalah sebuah keniscayaan bagi kita ummat Muhammad…

Sahabat… sebenarnya sentilanku diatas tidak ada apa-apanya dibanding kekagumanku akan anggunya kepribadianmu… pribadi yang senantiasa eksis di jalan dakwah… senantiasa istiqomah… pribadi yang punya segudang aktifitas dakwah… saya sebenarnya iri padamu sahabat… karena diri ini sering futur… tidak konsisten dan sering lepas dari jama’ah… ternyata diriku tidak lebih baik darimu sahabat…

Saya pun semakin iri padamu… tahukah engkau KENAPA wahai sahabatku…??? karena ternyata kamu expert dalam banyak hal… kamu penulis yang handal… dengar-dengar kamu pernah menulis Novel dalam Bahasa Inggris… Subhanallah… tidak banyak orang yang bisa seperti itu… kamu pasti punya imajinasi yang luas dan bebas… sayangnya novelmu hanya terbit untuk kalangan terbatas… padahal saya yakin wahai sahabat… novelmu jauh lebih bagus daripada novel-novel yang jadi bestseller… karena saya tahu… kamu sahabatku yang cerdas… saya ada pertanyaan buatmu sahabatku…. akankah dinamika persahabatan kita menjadi salah satu cerita novelmu kelak…???

Sahabatku… saya sebenarnya ingin banyak belajar darimu… belajar tentang apa saja… karena saya tahu kalau kamu sahabatku yang serba bisa… Maukah kamu meluangkan sedikit waktumu untuk mengajariku banyak hal..??? menemaniku bercakap bahasa inggris, mengajarku menulis, mengajarku massage refleksi (hihihihi)… bahkan mengajarku tentang teori-teori disiplin ilmu yang pernah kugeluti bertahun-tahun namun sampai sekarang belum kumengerti… seandainya bisa… maukah engkau menjadi murobbiku…???

Sahabat… saya Sering membayangkan…. betapa beruntungnya pasangan hidupmu kelak… hidupnya pasti indah karena dihiasi dengan kehadiranmu… sahabat… masihkah engkau terobsesi untuk mendapatkan pasangan dari luar negeri..?? maafkan aku sahabat karena sering mencampuri urusan domestikmu yang satu ini… lagi-lagi bukan niat intervensi… hanya memastikan kamu mendapatkan yang terbaik… bukan sekedar memenuhi obsesimu…!!!

Sahabat… sudah pukul 2.30 AM… waktunya QL dan siap-siap sahur… pasti kamu belum puas membaca suratku ini… saya janji akan menulis surat lagi untukmu wahai sahabatku… Surat yang tidak hanya penuh dengan kekaguman dan takjub akan pribadimu… namun juga sarat usaha untuk selalu tawasau bilhaq kepadamu… karena… engkau adalah sahabatku…. Yang Terbaik…!!!!


Note : Capeeee Deeeehhh…. ini appe sihh..?? gw juga ga ngerti…

HARI INI SPECIAL…

Posted in Uncategorized on 21 September 2006 by munawir

Banyak yang ga percaya sewaktu saya ngasih tau orang-orang kalo hari ini Ulang Tahun saya…. padahal saya ga bohong lo kalo hari ini saya ulang tahun… hari ini saya berulang tahun ke-24… karena 10 Juni 1983 tuh bertepatan dengan 28 Sya’ban 1403 H dan hari ini bertepatan dengan 28 Sya’ban 1427 Hijriyah… so masih ga percaya kalo hari ini saya ulang tahun..???
Mestinya kita lebih membudayakan peringatan hari kelahiran kita melalui perhitungan Hijriyah… la wong kita ini orang Islam kok… Rasulullah SAW aja yang sering disebut-sebut berusia tepat 63 tahun perhitungannya ya pake sistem Hijriyah itu looh… kan beliau lahir dan wafat pada tanggal hijriyah yang sama yaitu 12 Rabi’ul Awwal
So kalo kalian pengen juga berultah dua kali dalam setahun… hihihi… ayo rame-rame cari tahu tanggal kelahiran hijriyah kamu di SINI
Btw kalo saya ditanya tentang harapanku di usia yang ke-24 ini (cieeehh….) ga muluk-muluk amat kok… saya cuman berharap tahun-tahun ke depan lebih baik dari yang sudah saya lalui… utamanya kondisi ruhiyah saya menjelang bulan Romadhon ini… mudah-mudahan ga sering-sering futur lagi… amin…!!! saya juga berharap bisa secepatnya menikah… he he he…!! Amin ya Alloh…!!!!
Buat saudaraku Dita… Teteup Semangat ya’…!!!