Tadi pagi saya ikut Rapat Interdep di Deplu yang membahas persiapan Konsultasi Bilateral Indonesia dengan Iran yang rencananya mo diadakan bulan April di Bandung. Namanya juga rapat interdep, jadi yang hadir tuh lumayan variatif deh, ada dari Dephub, Depdag, Pertamina, Bank Mandiri, BNI, TNI, Budpar, dll.. yang dibahas juga macem-macem, mulai dari masalah ekonomi, nuklir, terorisme, perdagangan, L/C, migas, pariwisata, perhubungan, pertanian, narkoba, sampe masalah riset dan teknologi, yang jelas semuanya ada 23 point pembicaraan…
Rapatnya dimulai jam 10 pagi… masalah riset dan iptek berada di point ke-14 yang dibahas, so baru pada pukul 12.30 saya baru kebagian kesempatan tuk memaparkan persiapan pelaksanaan JWG IPTEK Indonesia-Iran yang rencananya juga diadakan bulan April di Tehran. capee deeh 2,5 jam nunggu giliran bicara, mana selama di ruangan tuh saya mual-mual, sepertinya masuk angin… ampe keringat dingin nahan feeling pengen muntah… hmmm jadi kepikiran seandainya rapat interdep kayak gini pake teleconference… jadi ga usah ngumpul di suatu tempat, masing-masing perwakilan cukup presentasi dari kantor mereka saja secara bergiliran… so saya ga mesti manyun nunggu 2,5 jam tuk nunggu giliran presentasi.
Tapi angan-anganku itu kutepis segera, karena sebenarnya rapat interdep tuh sengaja pada dikumpulin gitu biar semua instansi satu sama lain saling tahu perkembangan bidang masing-masing… so walaupun 2,5 jam manyun plus nahan mual, banyak ilmu dan wawasan yang saya peroleh selama rapat interdep tadi…!!! bahkan terlalu banyak kalo semuanya saya mau ceritain di sini, setidaknya saya akan coba share sedikit deh dalam sudut pandang saya sebagai analis kerjasama internasional… ceilehh
Untuk yang kesekian kalinya saya semakin aware kalo ternyata selama ini negara kita belum bisa lepas dari tekanan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bidang kehidupan… sewaktu rapat tentang Venezuela beberapa minggu yang lalu saya dapat pengetahuan lagi kalo ternyata bidang pert*****n (tiiitt) kita masih dalam tekanan dan kontrol negara adidaya tersebut (sorry, saya ga nyebutin bidangnya karena sifatnya classified sih… tapi kalian pasti udah tahulah)… sepertinya ada ketakutan dari negara kita untuk mengorbankan kepentingan nasional kita apabila bersikap frontal kepada AS, dengan kata lain mudhoratnya bakal lebih banyak daripada manfaatnya (hmmm siapa suruh bergantung kepada AS)…
Pada rapat tadi pagi, waktu membahas tentang kerjasama ekonomi dengan Iran, dipaparkan bahwa pihak Iran mempertanyakan sulitnya menerbitkan L/C oleh pengusaha Iran terhadap sejumlah Bank di Indonesia… mau tahu kenapaa…?? usut punya usut… ternyata… Status Iran bersama beberapa negara lain termasuk negara di Balkan, Belarus, Myanmar, Pantai Gading, Kuba, Irak, Liberia, Korut, Sudan, Syiria dan Zimbabwe masuk dalam daftar OFAC (Office of Foreign Assets Control) yang dikeluarkan oleh Department of Treasury-nya AS. So, semua transaksi dengan negara tersebut dilarang oleh AS dan apabila diketahui melakukan transaksi maka dikenakan sanksi dan khusus pelanggaran bertransaksi dengan Iran akan dikenakan denda hingga US$ 500.000 dan sanksi lainnya yang akan ditetapkan oleh Department of Treasury-nya AS, termasuk pembekuan asset.. dan meskipun transaksi dengan Iran yang saat ini telah menggunakan mata uang Euro (bukan lagi US$) masih dapat dilacak oleh Department of Treasury-nya AS dan cukup beresiko… itulah alasan mengapa perbankan kita ga berani berurusan dengan pengusaha-pengusaha Iran… hmmm… Capee Dehhh…!!!
“Wahai Bush.. kalo sebel ama negara lain, jangan bawa-bawa Indonesia dong.. orang-orang di Iran adalah saudara seakidah kami… Wahai pemimpin bangsaku, sama Amerika kok takut..?? lha wong kita negara merdeka dan berdaulat kok… takutnya sama Allah dong… wahai negara-negara Islam.. bersatulah…!!!
Hegemoni AS emang udah mengakar di Indonesia, semua sektor kayaknya udah dikuasain mereka.. kapan ya pemimpin kita bisa tegas melawan imperialisme model baru yang dilancarkan AS, toh rakyat juga sudah muak melihat pongahnya AS… kekayaan alam kita sudah hampir habis dikuras oleh perusahaan-perusahaan AS i.e. Exxon dan Freeport… rakyat semakin menderita… di sisi lain rakyat Indonesia juga dijajah dengan budaya AS yang serba permisif… hmmm bangsaku Indonesia emang lagi sakit…!!!
Eh kembali ke laptop… untungnya temen-temen dari instansi lain yang hadir di rapat tadi masih care dan berusaha mencari jalan keluar bagi permasalahan-permasalahan ini. Tinggal menunggu kebijakan dari BI nih sebagai regulator… mudah-mudahan ada solusi yang menguntungkan bagi semua pihak… Amin..!!!

teruslah berjuang… saudaraku..!!!
Setidaknya, untuk masalah nuklir Iran, bangsa kita masih bersikap obyektif. Iran berpendapat bahwa semua negara memiliki hak untuk mendapatkan akses atas teknologi nuklir untuk tujuan damai seperti yang tertuang dalam NPT dan Piagam IAEA. so Iran menganggap bahwa resolusi 1737 yang dikeluarkan DK PBB pada bulan Desember 2006 adalah “ilegal” karena progam nuklir Iran bukan ancaman bagi keamanan dan perdamaian dunia.
Walaupun Negara Parno AS berharap Indonesia dapat mengimplementasikan Resolusi tentang non-proliferasi nuklir oleh Iran tersebut, namun Pemerintah Indonesia menghargai komitmen Iran terhadap ketentuan-ketentuan NPT, Safeguard Aggreement dan Additional Protocol. Indonesia mendukung Iran mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, dan tidak menghendaki masalah digunakan sebagai alasan oleh negara-negara nuklir untuk menghalangi negara-negara lain mendapatkan akses teknologi nuklir.
Indonesia saat ini kan ngembangin nuklir juga, karena udah masang target kalo tahun 2016 tuh udah berdiri 4 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. AS ga rese ama rencana ini bahkan mendukung karena selama ini Indonesia kan manut wae ama AS, seandainya Indonesia berani seperti Iran, yakin deh kalo program nuklir kita pasti ga bisa jalan. AS tuh emang gitu… pake standar ganda dan demen sirik. AS ga mau ada yang nyaingin dia… waktu China berhasil melontarkan Roket Anti Satelit-nya, AS langsung kebakaran janggot… karena selama ini blum ada yang bisa nyaingin AS untuk teknologi tersebut… hmm… padahal balance of power itu perlu biar negara gede tidak menzalimi negara yang kecil…
Fiuh… manusia udah disibukkan dengan urusan dunia.. padahal… Wa Maa Ad-dunya’ illaa mataaun gurur…!!! capee deh… Yaa Allah jangan jadikan aku termasuk hamba-Mu yang lalai..!!!










