Archive for September, 2007

CERITA DARI BEIJING

Posted in Uncategorized on 21 September 2007 by munawir

Alhamdulillah udah kembali lagi ke tanah air, setelah 2 minggu ngikutin training workshop di Beijing. Training tersebut diikuti 19 peserta dari 11 negara, dari Belarus, Indonesia, Kazakhtan, Mesir, Mongolia, Pakistan, Polandia, Rumania, Rusia, Thailand, dan Yunani. Rata-rata peserta training adalah praktisi di bidang iptek, khususnya pada aplikasi iptek untuk UKM. Yang ngadain training workshop ini adalah Beijing International Bussiness Incubator. Pagi hari diisi dengan materi selama 2 jam, dan pada siang hari peserta mengunjungi science park yang ada di Beijing.

Foto bersama peserta training dari 11 Negara
Jujur aja ya, sebenarnya ngiri banget ngeliat kemajuan Cina di bidang Research and Development, sepertinya konsep pembangunan Iptek mereka bener-bener sistematis dan terpadu. ga ada program atau institusi yang tumpang tindih, karena keterlibatan pemerintah pusat pada sektor-sektor strategis Iptek benar-benar terasa. belum lagi fasilitas komplit yang diberikan kepada overseas student returnees, sehingga mereka pada berlomba-lomba kembali ke negaranya. Perusahaan-perusahaan internasional di bidang R&D yang gede pun banyak dimanjakan dengan tax exemption dan tax reduction, wajar dong kalo investasi di Cina maju, karena komitmen pemerintahnya mantep banget.

Ganti topik ah, selama di Beijing tiap hari online sih baik dari hotel atau dari inkubator, sayangnya walaupun akses internetnya secepat kilat, namun ga bisa ngakses blogspot, wordpress, dan multiply, jadi ga bisa posting dari sana. paling cuman ngecek email atau mantau kondisi tanah air melalui detik.com, untuk koneksi internet dari kamar hotel, perjamnya dikenain charge 5 yuan atau sekitar 6125 rupiah, yah setimpallah dengan koneksinya yang kenceng, wuzz wuzz wuzzzzz…

Karena jadwal training yang ga padat, bisa dibilang tiap hari saya manfaatkan tuk jalan-jalan, biasanya saya jalan ke daerah Niujie, kawasan muslim di Beijing. Di sana ada masjid yang dibangun pada abad ke-9, ada supermarket muslim, dan tentu saja restoran muslim. Saya dan peserta muslim lainnya dari Pakistan sering nyari makan di Niujie, karena makanan di hotel ga ada yang halal. gitu juga kalo lunch, walaupun panitia udah menjamin kalo restoran yang dikontrak selama training itu bebas dari daging babi, tapi kita yang muslim memilih hanya untuk makan nasi putih dan kentang rebus. so, kalo udah nyampe di hotel pada sore harinya, perut ini udah kriuk-kriuk minta diisi lagi… hehehehe

Masjid tertua di Beijing, Masjid Niujie

di Masjid Niujie, ketemu dengan orang Indonesia juga… heheheheKira-Kanan : Lena (BPPK Deplu), Mba Susi (Dosen UNJ), saya, dan Pak Yani (sesama peserta training)

Tempat jalan-jalan lainnya tentu saja shopping centre, di Beijing ada beberapa shopping centre yang rame, di pusat kota ada Xidan Street dan Wangfujing Street, cuman saya jarang ke sana karena mahal-mahal bo’, namanya juga mall jadi ga bisa nawar, so saya seringnya ke Qianmen dan Silk Street, nah yang di tempat yang dua ini nih harganya bisa bener-bener murah asalkan jago nawar. kadang-kadang kita harus berani nawar sampe 10% dari harga awal yang disebut si penjual, kalo harganya masih kemahalan, pura-pura aja ninggalin tuh penjual, pasti dipanggil lagi kok. hehehehe, walhasil souvenir, mainan, jaket, dan tas bisa saya beli dengan harga yang terjangkau. tapi sempet juga sih kecolongan, waktu beli handy cam, ternyata harga di Indonesia untuk type yang sama lebih murah 200 ribu, apes dehh…!!!

Selama jalan-jalan di kota Beijing, saya seringnya naik bus karena murah, cuman bayar 1 yuan doang. kadang juga kalo pengen cepat naek kereta bawah tanah (subway) bayarnya cuman 3 yuan, kalo udah nyasar baru deh naek taksi, tarif awal taksi 10 yuan, tapi selanjutnya tarifnya naik ga kenceng-kenceng amat, so paling saya cuman bayar 15 yuan tiap kali naek taksi. bisa dibilang, transportasi publik di Beijing sudah sangat memadai, busnya bersih-bersih, armadanya banyak, dan berhenti hanya di halte (ga seperti di Jakarta yang bisa berhenti dimana aja), ada jalur khususnya seperti busway di Jakarta, cuman bedanya di beijing ga ada pembatas khusus antara jalur bus dan jalur kendaraan lain, cuman garis kuning di jalan aja. walaupun demikian, ga ada tuh mobil pribadi yang nyerobot jalur bus. di Beijing ada juga kemacetan sih, tapi ga separah di Jakarta. Trus di Beijing ga ada tuh yang namanya sepeda motor, paling banter sepeda yang pake mesin listrik. mungkin orang-orang di Beijing malas pake motor karena transportasi publik sudah memadai, atau mungkin juga pemerintah kota beijing yang membatasi penggunaan sepeda motor.

Di depan pintu masuk forbidden city

di Great Wall, Balian
Alhamdulillah panitia training juga ngajakin jalan-jalan ke Forbidden City dan Great Wall, wah seneng banget bisa mengunjungi 2 tempat bersejarah tersebut. asli crowded banget deh tuh dua tempat, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing tumpek blek di Forbidden City dan Great Wall, hmm sepertinya Cina juga mendapatkan pemasukan yang banyak dari sektor pariwisata nih. salut to Beijing…!!! satu hari sebelum pulang ke tanah air, saya juga menyempatkan diri datang ke Summer Palace, dari hotel naik taksi bayar 30 yuan, pulangnya naek bus turun di Qianmen bayar cuman 2 yuan. sayangnya pemandangan di Summer Palace ga bisa dijepret dengan sempurna karena hujan gituh…

Sempat juga ngerasain puasa di kota Beijing, jadwal imsak dan iftar saya dapatkan dari Masjid Niujie, untuk sahur biasanya rebus mie, tapi kalo ga sempet lagi ngerebus, tinggal ngacir aja ke McD di depan hotel yang buka 24 jam. begitu juga untuk iftar, Burger, Sandwich, Chicken Nugget, dan French Fries McD yang jadi favorit. Apesnya, hari terakhir baru saya tahu kalo ternyata di belakang McD itu ada restoran muslim…. hmmmm capppeee deeehhh….!!!!

Ga semua peserta ngerti ama yang namanya bulan Ramadhan, kalo peserta dari Thailand sih udah tau karena katanya punya banyak teman muslim di sono, tapi ada juga yang bingung ngeliat kita cuman tinggal di bus sewaktu lunch. Martin, peserta dari Polandia nanya ama saya, kok kamu ga makan siang? di ruangan tadi pagi juga ga minum kopi? setelah saya jelaskan apa dan bagaimana bulan puasa itu, kayaknya dia takjub juga, dia bilang, hebat ya kamu bisa ga makan dan minum dari pagi sampe jam 6 sore, selama sebulan lagi. hehehehe, belum tauuu diaaa…

Menandatangani perjanjian kerjasama dengan Mr. Yan Shipeng (Presiden DBX)

Pada malam penutupan, saya (on behalf of my self) menandatangani kesepakatan kerjasama dengan salah satu perusahaan di Beijing (Beijing Luxury Auto safety Technology Corporation), perusahaan itu memproduksi peralatan keselamatan untuk mobil berupa lampu peringatan untuk menghidari rear-end collision, nama produknya Multidimensional Tailgate Forewarning Device (TFD). saya menjadi perwakilan perusahaan tersebut di Indonesia untuk memasarkan dan mengembangkan peralatan tesebut, sayangnya saya bakal ga punya banyak waktu untuk mengerjakan hal tersebut, so mungkin tugas ini akan saya tawarkan kepada perusahaan di Indonesia yang tertarik untuk menjalin bisnis dengan perusahaan cina tersebut. (Yang berminat silahkan buka http://www.dbxbj.com)

Peserta training yang beragama muslim dari Pakistan dan IndonesiaKiri-Kanan : Muhammad Raza Ahmad Khan, Abdul Qayyum, saya dan Pak Yani
Setelah seremoni penutupan, panitia mengadakan party untuk peserta, namun saya dan 3 peserta muslim yang lain sudah sepakat untuk tidak ikut party, namanya juga bulan Ramadhan, mosok sih kita mo party-partyan… so kita memilih untuk ke restoran muslim di belakang McD untuk farewell iftar, yang nraktir peserta dari Pakistan, Muhammad Raza Ahmad Khan dan Abdul Qayyum. Mr. Muhammad sempat kaget pas saya beritahu kalo bapak saya juga bernama Razak Ahmad, hehehe. selama training, saya dan Pak Yani (peserta dari Indonesia juga) banyak berdiskusi tentang dunia islam dengan Mr. Raza dan Mr. Qayyum, terutama konstalasi politik di Pakistan dan Timur Tengah secara umum. wah senang bisa punya saudara baru dari Pakistan.

Udah dulu ah, sekian ceritanya, waktunya kembali berkutat dengan rutinitas di kantor. foto-foto di selama di Beijing bisa dilihat di blog Multiply saya (http://munawirsr.multiply.com), tapi belum sempat upload semua sih… wassalam dan selamat menunaikan ibadah puasa.

CERITA DARI BEIJING

Posted in Uncategorized on 21 September 2007 by munawir

Alhamdulillah udah kembali lagi ke tanah air, setelah 2 minggu ngikutin training workshop di Beijing. Training tersebut diikuti 19 peserta dari 11 negara, dari Belarus, Indonesia, Kazakhtan, Mesir, Mongolia, Pakistan, Polandia, Rumania, Rusia, Thailand, dan Yunani. Rata-rata peserta training adalah praktisi di bidang iptek, khususnya pada aplikasi iptek untuk UKM. Yang ngadain training workshop ini adalah Beijing International Bussiness Incubator. Pagi hari diisi dengan materi selama 2 jam, dan pada siang hari peserta mengunjungi science park yang ada di Beijing.

Foto bersama peserta training dari 11 Negara
Jujur aja ya, sebenarnya ngiri banget ngeliat kemajuan Cina di bidang Research and Development, sepertinya konsep pembangunan Iptek mereka bener-bener sistematis dan terpadu. ga ada program atau institusi yang tumpang tindih, karena keterlibatan pemerintah pusat pada sektor-sektor strategis Iptek benar-benar terasa. belum lagi fasilitas komplit yang diberikan kepada overseas student returnees, sehingga mereka pada berlomba-lomba kembali ke negaranya. Perusahaan-perusahaan internasional di bidang R&D yang gede pun banyak dimanjakan dengan tax exemption dan tax reduction, wajar dong kalo investasi di Cina maju, karena komitmen pemerintahnya mantep banget.

Ganti topik ah, selama di Beijing tiap hari online sih baik dari hotel atau dari inkubator, sayangnya walaupun akses internetnya secepat kilat, namun ga bisa ngakses blogspot, wordpress, dan multiply, jadi ga bisa posting dari sana. paling cuman ngecek email atau mantau kondisi tanah air melalui detik.com, untuk koneksi internet dari kamar hotel, perjamnya dikenain charge 5 yuan atau sekitar 6125 rupiah, yah setimpallah dengan koneksinya yang kenceng, wuzz wuzz wuzzzzz…

Karena jadwal training yang ga padat, bisa dibilang tiap hari saya manfaatkan tuk jalan-jalan, biasanya saya jalan ke daerah Niujie, kawasan muslim di Beijing. Di sana ada masjid yang dibangun pada abad ke-9, ada supermarket muslim, dan tentu saja restoran muslim. Saya dan peserta muslim lainnya dari Pakistan sering nyari makan di Niujie, karena makanan di hotel ga ada yang halal. gitu juga kalo lunch, walaupun panitia udah menjamin kalo restoran yang dikontrak selama training itu bebas dari daging babi, tapi kita yang muslim memilih hanya untuk makan nasi putih dan kentang rebus. so, kalo udah nyampe di hotel pada sore harinya, perut ini udah kriuk-kriuk minta diisi lagi… hehehehe

Masjid tertua di Beijing, Masjid Niujie

di Masjid Niujie, ketemu dengan orang Indonesia juga… heheheheKira-Kanan : Lena (BPPK Deplu), Mba Susi (Dosen UNJ), saya, dan Pak Yani (sesama peserta training)

Tempat jalan-jalan lainnya tentu saja shopping centre, di Beijing ada beberapa shopping centre yang rame, di pusat kota ada Xidan Street dan Wangfujing Street, cuman saya jarang ke sana karena mahal-mahal bo’, namanya juga mall jadi ga bisa nawar, so saya seringnya ke Qianmen dan Silk Street, nah yang di tempat yang dua ini nih harganya bisa bener-bener murah asalkan jago nawar. kadang-kadang kita harus berani nawar sampe 10% dari harga awal yang disebut si penjual, kalo harganya masih kemahalan, pura-pura aja ninggalin tuh penjual, pasti dipanggil lagi kok. hehehehe, walhasil souvenir, mainan, jaket, dan tas bisa saya beli dengan harga yang terjangkau. tapi sempet juga sih kecolongan, waktu beli handy cam, ternyata harga di Indonesia untuk type yang sama lebih murah 200 ribu, apes dehh…!!!

Selama jalan-jalan di kota Beijing, saya seringnya naik bus karena murah, cuman bayar 1 yuan doang. kadang juga kalo pengen cepat naek kereta bawah tanah (subway) bayarnya cuman 3 yuan, kalo udah nyasar baru deh naek taksi, tarif awal taksi 10 yuan, tapi selanjutnya tarifnya naik ga kenceng-kenceng amat, so paling saya cuman bayar 15 yuan tiap kali naek taksi. bisa dibilang, transportasi publik di Beijing sudah sangat memadai, busnya bersih-bersih, armadanya banyak, dan berhenti hanya di halte (ga seperti di Jakarta yang bisa berhenti dimana aja), ada jalur khususnya seperti busway di Jakarta, cuman bedanya di beijing ga ada pembatas khusus antara jalur bus dan jalur kendaraan lain, cuman garis kuning di jalan aja. walaupun demikian, ga ada tuh mobil pribadi yang nyerobot jalur bus. di Beijing ada juga kemacetan sih, tapi ga separah di Jakarta. Trus di Beijing ga ada tuh yang namanya sepeda motor, paling banter sepeda yang pake mesin listrik. mungkin orang-orang di Beijing malas pake motor karena transportasi publik sudah memadai, atau mungkin juga pemerintah kota beijing yang membatasi penggunaan sepeda motor.

Di depan pintu masuk forbidden city

di Great Wall, Balian
Alhamdulillah panitia training juga ngajakin jalan-jalan ke Forbidden City dan Great Wall, wah seneng banget bisa mengunjungi 2 tempat bersejarah tersebut. asli crowded banget deh tuh dua tempat, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing tumpek blek di Forbidden City dan Great Wall, hmm sepertinya Cina juga mendapatkan pemasukan yang banyak dari sektor pariwisata nih. salut to Beijing…!!! satu hari sebelum pulang ke tanah air, saya juga menyempatkan diri datang ke Summer Palace, dari hotel naik taksi bayar 30 yuan, pulangnya naek bus turun di Qianmen bayar cuman 2 yuan. sayangnya pemandangan di Summer Palace ga bisa dijepret dengan sempurna karena hujan gituh…

Sempat juga ngerasain puasa di kota Beijing, jadwal imsak dan iftar saya dapatkan dari Masjid Niujie, untuk sahur biasanya rebus mie, tapi kalo ga sempet lagi ngerebus, tinggal ngacir aja ke McD di depan hotel yang buka 24 jam. begitu juga untuk iftar, Burger, Sandwich, Chicken Nugget, dan French Fries McD yang jadi favorit. Apesnya, hari terakhir baru saya tahu kalo ternyata di belakang McD itu ada restoran muslim…. hmmmm capppeee deeehhh….!!!!

Ga semua peserta ngerti ama yang namanya bulan Ramadhan, kalo peserta dari Thailand sih udah tau karena katanya punya banyak teman muslim di sono, tapi ada juga yang bingung ngeliat kita cuman tinggal di bus sewaktu lunch. Martin, peserta dari Polandia nanya ama saya, kok kamu ga makan siang? di ruangan tadi pagi juga ga minum kopi? setelah saya jelaskan apa dan bagaimana bulan puasa itu, kayaknya dia takjub juga, dia bilang, hebat ya kamu bisa ga makan dan minum dari pagi sampe jam 6 sore, selama sebulan lagi. hehehehe, belum tauuu diaaa…

Menandatangani perjanjian kerjasama dengan Mr. Yan Shipeng (Presiden DBX)

Pada malam penutupan, saya (on behalf of my self) menandatangani kesepakatan kerjasama dengan salah satu perusahaan di Beijing (Beijing Luxury Auto safety Technology Corporation), perusahaan itu memproduksi peralatan keselamatan untuk mobil berupa lampu peringatan untuk menghidari rear-end collision, nama produknya Multidimensional Tailgate Forewarning Device (TFD). saya menjadi perwakilan perusahaan tersebut di Indonesia untuk memasarkan dan mengembangkan peralatan tesebut, sayangnya saya bakal ga punya banyak waktu untuk mengerjakan hal tersebut, so mungkin tugas ini akan saya tawarkan kepada perusahaan di Indonesia yang tertarik untuk menjalin bisnis dengan perusahaan cina tersebut. (Yang berminat silahkan buka http://www.dbxbj.com)

Peserta training yang beragama muslim dari Pakistan dan IndonesiaKiri-Kanan : Muhammad Raza Ahmad Khan, Abdul Qayyum, saya dan Pak Yani
Setelah seremoni penutupan, panitia mengadakan party untuk peserta, namun saya dan 3 peserta muslim yang lain sudah sepakat untuk tidak ikut party, namanya juga bulan Ramadhan, mosok sih kita mo party-partyan… so kita memilih untuk ke restoran muslim di belakang McD untuk farewell iftar, yang nraktir peserta dari Pakistan, Muhammad Raza Ahmad Khan dan Abdul Qayyum. Mr. Muhammad sempat kaget pas saya beritahu kalo bapak saya juga bernama Razak Ahmad, hehehe. selama training, saya dan Pak Yani (peserta dari Indonesia juga) banyak berdiskusi tentang dunia islam dengan Mr. Raza dan Mr. Qayyum, terutama konstalasi politik di Pakistan dan Timur Tengah secara umum. wah senang bisa punya saudara baru dari Pakistan.

Udah dulu ah, sekian ceritanya, waktunya kembali berkutat dengan rutinitas di kantor. foto-foto di selama di Beijing bisa dilihat di blog Multiply saya (http://munawirsr.multiply.com), tapi belum sempat upload semua sih… wassalam dan selamat menunaikan ibadah puasa.

CUTI DULU

Posted in Uncategorized on 1 September 2007 by munawir

Assalamu Alaikum,

berhubung ada urusan di kampungnya Yao Ming, so untuk sementara ga ngeblog dulu deh sampe pekan kedua bulan Ramadhan…

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Mohon Maaf kalo pernah ada salah ya :)